Rabu, 02 Mei 2012

Aku ternyata seorang manusia….

Malam ini aku akan kembali menulis kisah hidupku yang tlah lama kupendam.
Entah apa yang sedang ku pikirkan,,masa depan yang begitu panjang ada didepanku.
Ini bukanlah cerita tentang kisah hidup, melainkan kisah manusia diantara bangga dan sedih ketika dia diciptakan sebagai seorang manusia.
Seringkali aku berkhayal,…….
 alangkah indahnya kehidupan seekor burung yang terbang kesana-kemari tak tahu tujuan,
hari ini mencari makan, esok mencari makan lagi,
tak pernah terpikirkan olehnya sedikitpun bahwa hari ini dia telah berbuat dosa, atau kebajikan.
Dia tak terlalu merisaukan adanya surga dan neraka ketika ia mati.
 Kisah ini sangat berlawanan denganku.
Aku seorang manusia juga butuh makan, tapi aku beda dengan burung.
Aku berfikiran dengan bahwa aku punya dosa.
Dan suatu saat aku pasti menemui neraka dan surga.
Yang terahir adalah hal yang membuatku untuk lebih memilih menjadi burung daripada menjadi manusia (jika aku diizinkan memilih).
 Aku harus menerima realitas.
Menjadi seorang  manusia sangatlah berat.
Setiap hari aku harus memberi  makan dan membersihkan tubuhku.
Aku juga punya kebutuhan  bathin yang tidak dipunyai oleh burung.
ah entahlah………..
semua itu tidak akan merubahku,
aku sudah menjadi  manusia.
Tapi aku masih sering bertanya, aku ini manusia jenis apa?
jenis manusia baik, buruk, setengah baik dan buruk , atau apa…?
hanya Tuhan yang tahu,
 aku hidup ke dunia ini telah dipersiapkan segala sesuatunya olehNya…
dan aku tak bisa merubahnya
walaupun aku tidak pernah melihatnya, tapi aku yakin dia melihatku.                                                            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar