Rabu, 02 Mei 2012

Aku, dulu, kini, dan sekarang………….
Setiap saat kakiku melangkah, tak terasa aku melukis dunia dengan anganku
Kuberlari jauh meninggalkan aku yang mengejar aku yang lain
Tampak sayup-sayup yang kau kembangkan dengan rapi
Aku tak mengerti mengapa kau memusuhiku dengan senyum
Aku mati dalam kegelapan…………aku terbenam….
Apakah aku selamanya berperang dengan jiwaku sendiri?
Mungkin memang aku ditakdirkan untuk itu semua.
Cerita kehidupan belum usai…
Mungkin dalam cerita ini kau belum berpihak kepadaku
Entah mungkin nanti……..aku tak tahu
Kau menginggatkan aku pada kehidupanku dulu
Aku yang lugu dan selalu bermain di taman-taman kebebasan
Aku yang selalu tertawa dan hidup,,,,
Kini….aku melupakan semua
Aku muak……..aku bosan dengan cerita-cerita dunia
Tapi…jiwaku terpasung oleh keadaan
Mengapa semua tak bisa berhenti saja?
Apakah aku salah memaknai kehidupan?
Awan pun tertawa mendengarku..
“Kau cukup cerdik untuk meminta, tapi kau bodoh untuk semua”
Tinggalkan keramahan yang kau minta itu
Kau tidak berhak memakainya….
Aku harus berbuat apa?
Apakah aku harus membunuh jiwaku sendiri?
Apakah aku harus memenjarakan egoku?
…….Aku tidak akan melakukan itu
Aku akan selalu mencintai kau apa adanya, walaupun kau yang lain membencinya
Biarlah aku menjalani semua
Biarlah aku yang terluka dalam sejarah




*Untuk “kau”, dan “aku” yang saat ini masih bertahan dalam diriku
 Selasa, 4 des 07, 20.27*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar