Sabtu, 19 Mei 2012

aku merasa kematianku begitu dekat
sebegitu dekat hingga aku teringat setiap detik
berilah aku kematian terbaikMu Tuhan ...
ambilah saat aku berperang
biar jiwa ini bersiap
jangan Kau beri aku umur panjang
aku takut ...umur hanya menambah beban
jangan kau beri aku harta
aku takut ...uang akan memperlambat jalanku
aku inginkan keabadian ...bukan perjalanan
aku bosanmenunggu tanpa kepastian
Tuhan ...berilah aku jalan
berilah aku celah, agar aku bisa mengisinya
perkenankan aku ...menjadi pilihanMu
mengapa baru kali ini aku memikirkan kesendirianku
aku terasing ditempatku sendiri
jasad ini ta mampu merubah keadaan
apakah aku akan terbunuh olehnya?
aku kira..dia lebih bijaksana
Tuhan ... mengapa kau kirim persaudaraan ini cuma sekejap
bertahun - tahun aku mencarinya ...
apakah satu persatu sayap yang Kau ambil belum cukup??
mengapa kau selalu merusak ceritaku ...
.............
adik - adikku
maafkan kakakmu
aku ta bisa membuat lebih baik
jangan kau terlalu dekat
Tuhan selalu mengambil yang terbaik dariku
akan ku rangkai kembali jalan hidupku
aku hanya bisa berharap
Tuhan ...kembalikan semua milikku
andai saja tidak hari ini...
aku masih berharap dikehidupan nanti
hujan kali ini seolah ta mau pergi

anganku melayang pada kisah hidupku yang berserakan

sandiwara Tuhan yang harus ku jalani

berawal dari masa kecil ...

masa yang membuatku bangga menjadi manusia

berteman tanpa prasangka ...

bermain tanpa curiga ...

berfikir sederhana..tanpa menduga-duga

mewarnai dunia dengan senyuman dan kebahagiaan

berlari ...berputar ... dan menari riang

alangkah indahnya hidup ini ...

...................######################...............................

sayangnya ............

semuanya tinggal cerita

dunia menjadi kabur

aku hidup diantara setan dan malaikat yang membaur
suatu saat aku adalah setan bagi diriku
kadang aku berubah menjadi malaikat untuk yang lain
penolong diriku adalah diriku sendiri
Tuhan...biarkan aku berteman dengan jasadku
Aku terjatuh dalam gelap
seolah diri ini ta punya raga
inginku mengejar dirimu melintasi awan
namun ... kakiku ta berlutut
ku coba membangun kesunyian
tapi aku ta dapat meraihnya
adikku ...
maafkan aku karena ke'aku'anku
jiwaku yang ta bertepi memaksaku berbuat
inginku merubah batu menjadi air
merubah gelap menjadi terang
tapi ... aku sadar
sesuatu yang berawal dari kebaikan
kadang ta berakhir dengan baik pula
dan aku menjalaninya saat ini ...

Senin, 07 Mei 2012

akhirnya..matahari marah siang itu
tubuh ini mengerang kesakitan
ta seperti keadaan yang lalu
perlahan tapi pelan ...
perasaanku terkelupas oleh makna hidup
Tuhan ...
mengapa Kau pilih aku ...
aku terlalu kecil untuk mengerti takdirMu
aku manusia tak berbudi
kebijaksanaanku terlalu lemah untuk berbuat
satu keinginanku Tuhan ...
perintahkan ajal selalu mengejarku
bekalilah ia pedang yang tajam
agar bisa membunuh diriku yang lain
tulislah dalam kamusMu...
aku adalah sang pemberani
seorang manusia yang mati dengan 100 panah didadanya ...
seorang manusia yang mencintai Tuhannya
jauhkan keraguan dari hadapanku
aku ingin mati tertawa ...

Minggu, 06 Mei 2012

Maafkan aku

Aku jatuh dalam gelap
inginku mengejar dirimu melintasi awan
namun...kakiku ta berlutut
ku coba membangun kesunyian
tapi aku tak dapat meraihnya
...adikku...
maafkan aku karena ke'aku'anku
jiwa yang tak bertepi memaksaku berbuat
apakah aku bisa merubah batu menjadi air...
aku ingin membuang semua gelapmu
karna aku tahu...
kau adalah senyum yang tertutup debu
berubahlah adikku....
lelehkan karang tegakmu
lepaskan api yang tumbuh dalam hatimu
terimalah dirimu sendiri
dan...bergurulah pada pasir di tanah tandus
aku percaya....
zaman akan tunduk dihadapanmu...
percayalah..
suatu saat kau akan mengerti
mengapa aku selalu memegang tangan kananmu..
semoga aku bisa selalu mengikutimu
maafkan aku...

Kamis, 03 Mei 2012

just look my child...
when the truth
must againt injustice
wearing uniform...
armed...protected..
untouched by prevailing law
remember..
and realize my child
not to make you forget
who threat
your parent...

remembering the tragedy international farmers congress

Senyum membunuh

Apakah yang akan kau lakukan...jika fajar tak berpihak kepadaku
Apakah kau akan membunuhku dengan Senyum?????
Apakah kau akan membuang semangatku yang kau tangkap???
Atau...apakah kau diam saja..
membiarkanku kehausan di padang gelap..
Wajahmu selalu memburamkan impian-impian yang ku tanam
Dirimu selalu saja memberiku api saat aku lapar
..........................................................................................................
Dirimu...mengapa dirimu ta jenuh mengangguku
Apakah khilafku menusuk hatimu???
Bicaralah kawan..
Kata-katamu lebih ku tunggu daripada bayang semumu



...solo,26 Apr 12

Rabu, 02 Mei 2012

Catatan orang - orang terpingirkan sejarah (melihat dari sisi lain)

Catatan orang - orang terpingirkan sejarah
(melihat dari sisi lain)

Aku adalah manusia
Sama seperti kau…
Aku punya saudara
Sama seperti kau…
Aku punya perasaan
Sama seperti kau…
Aku mempunyai keyakinan
Sama seperti kau…
Aku mempercayai kebenaran
Sama seperti kau…

Tapi…
Kita banyak perbedaan
Kau…
Melangkah mengikuti zaman
Kau tak percaya pada kebenaranmu sendiri
Kau tak punya jalan pulang
Dan kau…
Tak menolong saudaramu
Yang kelaparan…
Karena makanannya dirampas sekawanan anjing
Yang kedinginan…
Karena diusir dari rumahnya oleh segerombolan babi
Yang terbunuh…
Karena tertembus peluru sekumpulan kera

Aku…
Bukanlah manusia seperti kau
Aku tak akan membiarkan saudaraku
Dihina…dicaci…dan dilukai
Aku akan membalas, selagi aku masih bisa
Aku akan bergerak, selagi jari – jariku masih bisa mengepal
Dan kakiku masih bisa mengangkat tumitnya

Aku bersumpah
Mereka tak akan tidur, selagi saudaraku tak bisa tidur
Mereka ta akan makan, selagi saudaraku tak bisa makan
Mereka akan merasakan apa yang saudaraku rasakan
Mereka bunuh anak kecil yang tak tau apa – apa
Maka aku akan membunuhnya
Aku akan tetap membunuh
Selama aku bisa

Jika aku yang membunuh sebagian kecil dari mereka dikatakan sebagai terroris
Lantas apa sebutan bagi mereka yang membunuh berjuta – juta manusia tak berdosa?
Pembela demokrasi?
Pejuang HAM?
Ayo jawab…
Bagiku… mereka adalah iblis berwujud manusia
Andaikan aku dapat…
Aku ingin menjadi aku – aku diberbagai tempat
Bersama saudara – saudaraku yang saat ini kedinginan
Kelaparan…dan kehilangan saudaranya

Sampai kapanpun…
Aku tetap mempercayai keyakinanku
Walaupun aku akan terbunuh olehnya
Aku mempercayai kebenaran
Karena aku dilahirkan untuk berfikir

Biarlah aku disebut terroris
Pembangkang, sesat, pembunuh atau yang lain..
Biarlah sejarah mengubur kebaikan - kebaikan yang aku tanam.
Aku rela...
Sejarah menghujat, dan mencatat namaku dengan tinta kotor…
Aku berbuat atas nama pendapat dan keyakinan.
Aku berdiri diatas opini.
Dan......aku tak akan meminta kepada siapapun
Walaupun sementara waktu nyawaku akan terselamatkan olehnya

Bagiku..
Kematian adalah suatu kepastian, bukan sesuatu untuk ditakutkan
Bagiku…Kematian bukanlah akhir kehidupan
Bagiku…kematian adalah jalan
Bagiku…kematian adalah bidadari yang mengajakku ke pelaminan
Bagiku…kematian adalah puncak amalan
Bagiku…kematian adalah panggilan Tuhan

Aku tak ingin dikenang
Karna aku bukanlah selebritis…
Yang memamerkan segalanya demi rupiah
Aku tak ingin dipuja…
Karna aku bukanlah siapa-siapa
Aku tak ingin orang – orang menangisi kepergianku…
Karna aku sudah melaksanakan tugasku
Aku tak ingin…
Sisa-sisa kesombongan mengikutiku terbang menemui Rabb’ku
Aku menerima cerita Tuhan
Bersyukur...dan menghadapinya dengan senyuman

Aku mati sambil tertawa…
Tertawa, karena akulah pemenang sebenarnya
Lihatlah kawan...
Aku tersenyum
Aku bahagia saat itu

Musuh – musuhku...
Kau bagai kerbau dikebun tak berumput
Kau begitu dungu dan bodoh
Kau mengantarku terlalu cepat
Walaupun Tuhan telah menungguku

Tuhan telah memangilku
Jalan pulang pun terbentang
Aku bersiap mengakhiri dunia dengan kepuasan
Aku bersiap mengawali kehidupan lagi

23 oktober 10..
Untuk para pemberani yang menempuh jalan kematian demi tegaknya sebuah pendapat....
Untuk para pencari kematian...yang menerima cerita Tuhan dengan lapang dada
Aku ternyata seorang manusia….

Malam ini aku akan kembali menulis kisah hidupku yang tlah lama kupendam.
Entah apa yang sedang ku pikirkan,,masa depan yang begitu panjang ada didepanku.
Ini bukanlah cerita tentang kisah hidup, melainkan kisah manusia diantara bangga dan sedih ketika dia diciptakan sebagai seorang manusia.
Seringkali aku berkhayal,…….
 alangkah indahnya kehidupan seekor burung yang terbang kesana-kemari tak tahu tujuan,
hari ini mencari makan, esok mencari makan lagi,
tak pernah terpikirkan olehnya sedikitpun bahwa hari ini dia telah berbuat dosa, atau kebajikan.
Dia tak terlalu merisaukan adanya surga dan neraka ketika ia mati.
 Kisah ini sangat berlawanan denganku.
Aku seorang manusia juga butuh makan, tapi aku beda dengan burung.
Aku berfikiran dengan bahwa aku punya dosa.
Dan suatu saat aku pasti menemui neraka dan surga.
Yang terahir adalah hal yang membuatku untuk lebih memilih menjadi burung daripada menjadi manusia (jika aku diizinkan memilih).
 Aku harus menerima realitas.
Menjadi seorang  manusia sangatlah berat.
Setiap hari aku harus memberi  makan dan membersihkan tubuhku.
Aku juga punya kebutuhan  bathin yang tidak dipunyai oleh burung.
ah entahlah………..
semua itu tidak akan merubahku,
aku sudah menjadi  manusia.
Tapi aku masih sering bertanya, aku ini manusia jenis apa?
jenis manusia baik, buruk, setengah baik dan buruk , atau apa…?
hanya Tuhan yang tahu,
 aku hidup ke dunia ini telah dipersiapkan segala sesuatunya olehNya…
dan aku tak bisa merubahnya
walaupun aku tidak pernah melihatnya, tapi aku yakin dia melihatku.                                                            

Aku, dulu, kini, dan sekarang………….
Setiap saat kakiku melangkah, tak terasa aku melukis dunia dengan anganku
Kuberlari jauh meninggalkan aku yang mengejar aku yang lain
Tampak sayup-sayup yang kau kembangkan dengan rapi
Aku tak mengerti mengapa kau memusuhiku dengan senyum
Aku mati dalam kegelapan…………aku terbenam….
Apakah aku selamanya berperang dengan jiwaku sendiri?
Mungkin memang aku ditakdirkan untuk itu semua.
Cerita kehidupan belum usai…
Mungkin dalam cerita ini kau belum berpihak kepadaku
Entah mungkin nanti……..aku tak tahu
Kau menginggatkan aku pada kehidupanku dulu
Aku yang lugu dan selalu bermain di taman-taman kebebasan
Aku yang selalu tertawa dan hidup,,,,
Kini….aku melupakan semua
Aku muak……..aku bosan dengan cerita-cerita dunia
Tapi…jiwaku terpasung oleh keadaan
Mengapa semua tak bisa berhenti saja?
Apakah aku salah memaknai kehidupan?
Awan pun tertawa mendengarku..
“Kau cukup cerdik untuk meminta, tapi kau bodoh untuk semua”
Tinggalkan keramahan yang kau minta itu
Kau tidak berhak memakainya….
Aku harus berbuat apa?
Apakah aku harus membunuh jiwaku sendiri?
Apakah aku harus memenjarakan egoku?
…….Aku tidak akan melakukan itu
Aku akan selalu mencintai kau apa adanya, walaupun kau yang lain membencinya
Biarlah aku menjalani semua
Biarlah aku yang terluka dalam sejarah




*Untuk “kau”, dan “aku” yang saat ini masih bertahan dalam diriku
 Selasa, 4 des 07, 20.27*